Cerita Sex Tengkulak Sayur Renggut Perawanku

Birahi TKI, kali ini menceritakan kisah sex perkosaan yang sungguh menarik. Dewi anak seorang petani sayuran sukses diperkosa oleh tengkulak sayur yang sudah menjadi langganan ayahnya bertahun-tahun di ladang. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Aku memiliki sebutan kembang desa yang cantik di desaku. Usiaku 18 tahun namaku Dewi, tinggal di desa terpencil. Aku bersekolah hingga Sekolah Menengah Pertama. Orangtuaku tidak mewajibkan aku bersekolah karena menurutnya sekolah tinggi belum menjamin hidup yang makmur. Orangtuaku petani sayuran aku hidup dari sayur mayor yang di tanam bapak dan ibuku sendiri.




Aku memilki adik laki-laki yang masih bersekolah di bangku SD. Penghasilan orangtuaku tidaklah banyak namun di desa bapak termasuk yang berpenghasilan tinggi. Jika panen banyak tengkulak kota yang datang untuk membeli hasil panen. Sayur itu berupa wortel,kol,tomat,kembang kol kentang, dan cabe. Bapak dan ibu setiap hari pergi ke ladang akupun ikut membantu. Semenjak tidak bersekolah aku setiap hari membantu orangtua bercocok tanam.

Ladang bapak sangat luas, di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin ini cocok sekali untuk bercocok tanam. Hasil panen cabe bisa mencapai 1 ton namun setiap hari juga harus rajin ke ladang untuk melihat tanaman. Karena hama sangatlah senang dengan sayuran segar. Jika sayuran sudah tumbuh dengan subur rasanya bahagia sekali.

Hasil keringat dan ketekunan setiap harinya menuai hasil. Jika hasil panen melimpah bapak selalu mengajak anak-anak untuk pergi ke kota. Ya sesekali melihat keramaian kota, maklum aku hanyalah gadis desa. Tidak gampng bagi bapak untuk memasarkan sayuran di tengkulak. Bapak banting harga lebih murah agar lebih banyak pelanggan.

Persaingan sangat ketat semua warga di desa kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Dari awal menikah dengan ibu bapak sudah bekerja sebagai petani. Hingga aku dewasa ini mereka masih saja rajin menekuni pekerjaannya. Aku sangat menghargai kerja keras orangtuaku. Aku mempunyai rutinitas memasak setiap pagi.

Aku memasak untuk sarapan bapak ibuk dan satu orang yang membantu keluarga kami namanya Mbak Lisa. Jika mereka sudah berangkat ke ladang aku membersihkan rumah dan menyiapkan untuk makan siang. jam 11 aku sudah memasak dan aku antar ke ladang. Nanti mereka makan siang aku yang membersihkan ladang memotong tanaman penggangu di sekitar.

Memberi pupuk pada tanaman dan menyiraminya. Bagiku itu sangat menyenangkan, sejak tidak bersekolah itulah kegiatanku. Teman seusiaku juga kebanyakan ikut bekerja orangtuanya. Disini sudah menjadi hal yang biasa, anak seusiaku bahkan dibawahku tidak bersekolah. Sekitar 3 bulanan sayur mayur siap di panen.

Biasanya bapak meminta bantuan tetangga sekitar untuk membantu memanen sayuran. Karena ladang sangat luas ada sekitar 10 orang yang membantu. Jika sudah dipanen mobil pickup yang mengangkut sayuran itu sudah stanbay untuk membawa hasil panen. Setiap hari di panen hingga ladang bersih dan dapat di tanami kembali.

Bapak pekerja yang tekun dari hasil panen itu bisa untuk membeli 2 mobil pickup. Bisa menabung untuk aku dan adikku, aku pun diberi bapak uang untuk membeli keperluan sehari-hariku. Namun aku memilki kejadian yang sangatlah memilukan. Kejadian itu berawal dari seorang tengkulak dari kota yang ingin membeli hasil panen bapak.

Waktu itu tengkulak dari kota itu namanya Pak Joko, dia langganan bapak. Pedagang besar di kota dia yang menyetori swalayan besar dan pasar-pasar yang ada di kota. Tidak sedikit yang dia beli hampir berkwintal-kwintal yang dia bawa ke kota. Dia merupakan pelanggan tetap dan sudah lama bekerja sama dengan bapak.

Bapak juga selalu menyisakan sayuran yang kualitasnya bagus untuk Pak Joko. Harga berapapun dia tidak menolak karena memang kualitas sayuran bapak bagus. Suatu hari bapak masih di ladang aku di rumahseperti biasa memasak untuk makan siang. Ketika itu aku berangkat ke ladang jalan kaki karena sepedaku bannya bocor.

Menyusuri jalan setapak aku sendiri sambil membawa makanan. Tiba-tiba Pak Joko menghampiriku dengan menggunakan motor. Memakai kacamata hitam dan pakaian rapi itulah pak Joko. Penampilan orang kota yang nyentrik usia pak Joko sekitar 33 tahun dia sudah memiliki anak 1 yang berumur 6tahun,

“ hay Dewi..mau ke ladang ya?, ”

“ iya pak…, ”

“ bareng saya aja, sekalian mau melihat dagangan apa yang udah siap di bawa ke kota.., ”

“ ahh..nggak usah pak saya udah terbiasa jalan kaki…, ”

“ tidak usah malu-malu Wik, ayolah naik ke motor bapak…, ”

Akhinya aku mau untuk nebeng pak Joko sampaike ladang. Ke ladang memang membutuhkan waktu yang lama sekitar 1.5 jam jika jalan kaki. Sepanjang perjalanan pak Joko mengajak ngobrol aku, aku merasa tidak nyaman naik motornya. Karena dia selalu mengerem mendadak membuat aku kaget. Jalan yang di lewati juga tidak seperti biasanya,

“ lho pak kok lewat sini? Kalau mau ke ladang bapak bukan sini pak jalannya, ini jalan buntu pak…, ”

“ iya wik aku pengen jalan-jalan dulu sama kamu…, ” ucap pak Joko

“ ini bapak jam makan siang tolong pak langsung aja ke Ladang., ”

“ tidak Wik kamu turuti saja permintaanku.., ”

Pak Joko memaksa aku sampai akhirnya aku berhenti di suatu tempat yang sepi, tepatnya di ladan kosong. Pak Joko turun aku hanya terdiam dia menarik tanganku dengan keras. Kala itu aku memakai rok panjangnya selutut dan kaos panjang. Aku ketakutan sekali melihat wajah pak Joko yang garang. Dia menarikku hingga aku terlempar ke semak belukar.

Sakit sekali badanku , aku terus berfikiran entah mau diapain aku saat itu. Panas matahari menyengat tubuhku namun hawanya tetap dingin. Pak Joko mendekati aku dengan perlahan. Dia langsung menarik wajahku dan mencium bibirku, aku menolak. Aku palingkan wajahku terus aku berpaling hingga dia susah untuk menciumku.

Ingin berteriak namun tidak aka nada orang yang mendengar karena itu jalan buntu. Tidak ada satu orangpun yang ada di sekitar ladang itu,

“ jangan pak..jangan lakukan ini…tolong pak…, ”

Tanpa berkata-kata pak Joko kembali mencium bibirku dan memaskaku. Aku tak dapat berpaling lagi dari ciumannya. Dia menciumku dengan sangat beringas, bibirku terasa sakit sekali karena ciuman itu kasar. Tangannya meraba payudaraku meremas-remas terus hingga aku lemas. Dia terus berusaha memegang bagian-bagian sensitive dalam tubuhku.

Baju panjangku di buka aku hanya memakai bra saja. Tangannya meremas-remas payudaraku dengan semangat,

“ aaahhh..pak…aakkkhh pak…jangaaaannnn!!!!, ”

Disemak-semak dedaunan kering aku tertidur terasa sangat gatal tubuhku. Pak Joko membuka braku payudaraku yang besar menggantung dihadapannya. Dia tampak semakin beringas melihat payudaraku. Bibirnya mendekati putingku dan menciuminya. Lidahnya diputar-putar putingku serasa tegang dan menonjol,

“ aaaakkhh….aaakkhhhh pak….aaaaaaaaahhhhh….., ”

Tangan kanannya meremas payudaraku bibirnya mengulum putting susuku serasa bergetar tubuhku. baru pertama kali ini aku melakukannya. Badan pak Joko yang besar berada diatasku , aku tidak bisa bergerak sama sekali. Nafasku rasanya sangat sesak karena tertindih badannya. Dia terlihat sangat nafsu memainkan jemarinya, payudaraku terus dia mainkan.

Lama-lama aku menikmati setiap sentuhan lembut jemari Pak Joko. Mungkin ini yang dinamakan horni, tubuhku sudah terbawa suasana pada siang itu. Matahari sangat menyengat beralaskan semak belukar tidak mengurungkan niat pak Joko. Dia tetap bersemangat dan bergairah memerkosa aku kala itu.

Aku hanya pasrah dan menerima jangankan menolak berteriak pun aku sudah tak sanggup. Semua sudah terasa nikmat saat pak Joko membangkitkan gairahku,

“ ooohhh….ooohhhh….pak….ooooouuugghhhh…….., ”

Pak Joko mulai meraba bagian terbawah, sampai dipusarku dia menciumi ku aku tak kuasa. Rok ku di lepas dengan paksa, aku hanya memakai celana dalam saja,

“ pak…jangaaaaaannn…., ”

Aku meminta dia untuk jangan membuka celana dalamku. Aku tidak mau perawanku hilang di tangan pak Joko. Aku harus berusaha menjaga keperawanan aku. Namun apa yang aku lakukan akusudah tidak dapat berfikir lagi. Pak Joko membuka celana dalamku yang berwarna hitam. Aku sudah benar-benar telanjang bulat,

Pak Joko juga melepas pakaiannya , kita berdua telanjang di teriknya matahari. Jemari pak Joko meraba memekku dari atas hingga ke bawah. Memekku yang masih sedikit bulu itu dia elus-elus,

“ oohh…oohhh…aaakkhhh….oohhh….aaakkkhh…., ”

Jarinya menyisir disetiap bagian memekku hingga aku melayang. Dia terus meraba-raba hingga aku lemas tak berdaya. Jarinya masuk ke dalam lubang memekku, dia putar-putar jarinya di dalam memekku,

“ aaakkkhh pak ….aakkkhhh…., ”

Memekku tampak basah sepertinya aku mengeluarkan cairan. Aku memegang bahu pak Joko, tiba-tiba wajahnya berada didepan memekku. Dia menjilati memekku dan selakanganku. Kakiku mengangkang lebar memudahkan dia untuk menciumi memekku,

“ ooohhh pak….ooohhh…pakkk…..aaaakkkhh…pak…….., ”

Aku lemas tak berdaya dibuatnya, aku sudha tidak memberikan perlawanan apapun. Aku sudah pasrah badanku lemas. Aku melihat penis pak Joko sangat tegang dan tegak besar sekali. Aku menutupi mataku , baru kali ini aku melihat penis lelaki. Namun tanganku disingkirkan dengan kasar aku dipaksa tetap melihat penisnya yang besar itu.

Pak Joko menggesek-gesekkan penisnya ke lubang memekku. Terus dia geseekan hingga basah memekku, licin dan sangat mudah untuk di masuki penisnya. Aku takut sekali waktu itu. Wajah Pak Joko memerah tampak dia sangat bergairah. Setelah itu penisnya masuk ke dalam memekku. Bagian ujung udah masuk di memekku. Terasa sangat sakit sekali,

“ aaaaww….sakit pak..udah pak…aaaaakkkhhhhh…..aaaaakkhhhh….., ”

Dia tak menghiraukan kesakitanku dia terus menekan penisnya keluar masuk di dalam memekku. Awalnya perlahan namun lama-lama sangat keras. Sakit sekali memekku keluar darah, itu tandanya keperawananku sudah hilang. Selaput keperawannanku pecah. Sangat sakit perih sekali aku menangis, air mata terus mengalir,

“ aaaakkkkhh sakit…a.aaaaaaahhh…..aaahhhhh……., ”

Tekanan itu keras sekali maju mundur hingga aku lemas. Kesakitan berubah menjadi kenikmatan seketika sakit itu hilang berubah menajdi nikmat. Penisnya terus mempompa d dalam memekku. Kuat sekali pak Joko dia terus menggoyangkan penisnya di dalam memekku. Sungguh aku tak kuasa menahan kenikmatan itu, aku hanya bisa mendesah nikmat,

“ aaaaaahhh pak…lagi pak….aaahhhh…aaaakkhhh….., ”

Keringat bercucuran keluar dari tubuh pak Joko, keringat itu membasahi tubuhku. Benar-benar olahraga disiang hari. Bibirnya sesekali masih saja mengulum putingku, setiap dia memainkan putingku aku tidk kuat menahan kenikmatan. Tubuhku menggeliat merasakan kenikmatan,

“ oohhh..ooohhh….oouuuggghh…aahhhh…ooouugghhh….aaaahhh paaakkk…, ”

Pantatku diangkat pak Joko serasa penis itu tertancap di dalam memekku. Nikmat sekali,

“ aaaaahhhh……….aaaahhhhhhh…., ”

Pada waktu itu pak Joko menggoyangkan penisnya keluar masuk terus hingga aku lemas,

“ aaaaahh pak udah pak….., ”

Ketika gerakan pak Joko semakin cepat tiba-tiba dia melepas penisnya. Dan disemprotkan di tubuhku cairan yang berwarna putih kental itu. Bara aku tau kalau itulah yang dinamakan sperma pria,

“ ccccccrrroooooottt….cccrrttttoooott….cccccrrrrrrrooooooottt……., ”

“ aaaaaaaaahhhhhhhhhhh……., ” Desahan lega pak Joko ketika sudah mengeluarkan cairan kenikmatan.

Aku menangis dengan keras pak Joko membelai rambutku. Dia menyuruhku berpakaian kembali, dan mengantar aku ke ladang bapak. Disepanjang jalan setapak itu pak Joko ngobrol seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa. Dalam hatiku sangat sakit dan aku harus bagaimana aku sudah tidak perawan lagi.

Jika aku bilang sama bapak, bapak akan kehilangan pelanggan yang sudah bertahun-tahun menjalin kerjasama itu. aku terus menangis mengingat kejadian itu. Kejadian pilu itu menjadi sebuah raahasia besar dalam hidupku sekaligus pengalaman terburuk dalam hidupku. Sekian.

Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya guest, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny guest.
Cerita Sex Tengkulak Sayur Renggut Perawanku Cerita Sex Tengkulak Sayur Renggut Perawanku Reviewed by Loly Poly on 2:24 PM Rating: 5

No comments