Cerita Dewasa Dikerok, Dipijat, Terus Dientot Deh

Birahi TKI, menceritakan tentang seorang istri yang mendapat kenikmatan sex yang luar biasa dari suaminya. Karena pada malam itu sang istri dikerok,Dipijat, terus dientot oleh suaminya. Paket komplit deh,hhe. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Hey para pembaca, perkenalkan namaku Renitha, namun orang-orang biasa memanggilku Nitha. Aku adalah seorang ibu muda yang baru mempunyai anak satu. Anakku baru satu dan dia baru berusia 4 tahun. Aku sudah menikah degan suamiku selama 5 tahun.


Cerita Mesum Dikerok, Dipijat, Terus Dientot Deh

Usiaku kini baru 25 tahun dulu aku memang menikah muda dengan suamiku, lulus kuliah aku langsung menikah. Sedangkan suamiku kini baru berusia 27 tahun. Suamiku ini orangnya manis tidak membosankan, ditambah lagi suamiku ini humoris walaupun terkadang juga galak sekali kalau dia lagi banyak fikiran atau kesal.

Namun wajar saja sih, namanya juga kepala rumah tangga, pasti dia banyak fikiran dan beban, hhe. Aku Sangat cinta sekali dengan suamiku, is the best deh buwat aku dan anakku. Maksud aku menulis cerita di situs dewasa ini, aku ingin menceritakan kisah sex nyata yang aku lakukan dengan suamiku. Kisah sex bagi sepasang suami istri memang biasa sih, namun ini cerita ini sensasinya luar biasa sekali, hhe.

Suamiku ini memang orangnya suka sekali berhubungan sex, bahkan hampir setiap hari kami melakukan hubungan sex, yah aku sebagai seorang istri tentunya suka-suka saja,toh sudah jadi kwajiban seorang istri melayani kebutuhan sex bagi suaminya. Oh iya para maniak sex, suamiku kalau ML sama aku tahan lama loh, bahkan setiap aku berhubungan sex aku selalu orgasme duluan, hhe.

Jadi begini awal ceritanya, pada 1 bulan yang lalu shift kerjaku selalu jumping, maksud dari jumping setelah masuk malam paginya aku masuk lagi. Jadwal itu terjadi selama satu pecan, haduh rasanya badan hancur banget, capek, lesu, pokoknya semuanya jadi satu deh. Nah pada suatu malam ketika shift siang aku pulang kerja jam 7 malam.

Sesampainya dirumah akupun langusng mandi dengan air hangat karena dikamar mandiku sudah ada water heaternya. Kebetulan sekali anakku pada hari itu tidur dirumah ibuku, karena ibuku kangen sekali dengan anakku. Jadi dirumah malam itu hanya ada aku dan suamiku saja. Selesai mandi dengan air hangat aku-pun segera menuju kamar hanya degan menggunakan handuk saja.

Saat itu suamiku berada dikamar dan sedang mnonton Tv. Ketika itu aku akan ambil lingerie dilemariku tiba-tiba saja badanku terasa lemas dan pusing sekali,

“ Aduh-duh Pah badanku lemas dan kepalaku pusing sekali, Huhhhh.., ” keluhku pada suamiku.

“ Waduh Mah, sini biar aku kerokin sekalian aku pijitin, udah pakai dulu tuh lingerie mamah, tapi nggak usah pakai BH dan celana dalam yah, ” ucapnya menawarkan.

“ Ihhh papah nih, pasti papah modus yah, awalnya ngerokin ujung-ujungnya pasti nanti minta Jatah deh,hhaa.., ” ucapku.

“ Hemmm… nggaklah Mah, kalau nggak pakai BH dan Celana dalamkan nanti enak ngurutnya, biar rata aku nanti ngurut tubuh mamah, ” ucapnya penuh alibi, hha.

“ Iya deh suamiku sayang, aku bercanda kog, yaudah kerokin sama urut beneran ya Pah, ” ucapku sembari menegenakan Lingerie tanpa Bra dan Celana dalam.

“ Iya bawel, yaudah sini tiduran tengkurap, ” ucapnya.

Saat itu aku yang sudah pusing dan lemas akupun segera tengkurap. Sedangkan Suamiku saat itu mengambil minyak kayu putih dan uang logam untuk kerokin aku. Setelah itu diapun kembali kekasur untuk kerokin aku,

“ Mah, buka aja deh lingerienya, susah nih ngerokinnya kalau kehalang Dress, ”

“ Ihhhh… papah nih, kenapa nggak sekalian sih tadim huww, yaudah aku lepas dulu…, ” ucapku sambil melepas Lingerieku kembali.

Setelah melepas lingerie akupun segera tengkurap lagi. Segeralah suamiku mulai mengerok bahuku. Dia memang suami idaman, selain pintar cari uang dia juga care banget sama aku dan anakku. Saat itu dia mengerok bagian kiri punggunguku dengan telatennya,

“ Tuh mah merah banget punggung mamah, mamah masuk angina nih, ” ucapnya sembari terus mengerok.

“ Iya kali pah, tahu sendirikan seminggu ini jadwal kerjaku padet banget,huhhh… tapi syukurlah pah udah berakhir jadwal kerja yang gila itu, ” ucapku mengeluh.

“ Iya Mah, yang pentingkan sekarag udah aku kerokin, udah gitu habis ini masih aku urut lagi, apa nggak enka tuh, hhe…, ” ucapnya membanggkan dirinya, hha. Dasar laki-laki.

“ Enak dong pah, makasih yap ah udah perhatian sama aku, Love u pah.., ”ucapku mesra.

“ Love to Mah, ” jawabnya mesra.

Saat itu vagian demi bagian pungguku-pun telah dikerok, dia megerok punggung, leher bahkan sampai pantatku. Sebenarnya aku nggak tahan sih kalau dikerok, habisnya sakit. Tapi nggak papalah, sekali tempo. Akhirnya selesai juga kerokan itu,

“ Udah selesai mah, yaudah sekarang aku urut yah, ” ucapnya.

“ Iya pah, ”

Untuk memaksimalkan pijitanya saat itu suamikupun naik diatas pahaku tepatnya dibawah pantatku,

“ Jangan disodok yap ah memek aku, hha…,” ucapku menggodanya.

“ Hhahaa… kamu tuh dari tadi godain aku mulu deh mah, ihhhhh…, ” ucapnya sembari mencubit pantatku.

“ Aoww.., sakit tau pah, hahha…, ” ucapku.

“ Syukurin, hha…, ” ucap suamiku sembari tertawa.

Saat itu suamiku segera melumuri punngungku dengan hand body lotion. Dia mulai mengurut dari punggung , pantat bahkan sampi ujung kaki. Enak sekali rasanya dipijit suami yah, lembut dan berasa sekali pijitanya. Apalagi saat itu posisiku telanjang bulat. Tubuhku yang sintal, dan pantatku yang bulat pastinya terlihat jelas oleh suamiku.

Dia mengurut seperti itu secara terus menerus. Kadang aku juga merasa geli ketika dia memijat area pantat dan pahaku,

“ Ssssshhhh… geli pah, enak tapi geli, ihhhhh… Ssssshhh.., ” ucapku mendesah karena kegelian.

“ Udah nikmatin aja sih mah, Oh iya ngomong-ngomong mamah tuh semakin hari semakin montok aja yah, nih pantanya tambah bullet dan kencang aja, gemes deh, plakkkk…, ” ucapnya semabri menepuk pantatku.

“ Aoww… papah nih iseng ih, nanti kalau aku sangek gimana, ” ucapku menggodanya.

“ Hahahaa… mancingn nafsu papah ni yah, ” ucapnya semabri meneruskan pijtanya pada paha dan pantatku.

Saat itu suamiku malah memijat bagian pantat dan paha belakangku terus menerus. Sesekali dia juga meraba selangkanganku, kayaknya sengaja deh dia buwat aku nafsu,

“ Sssssshhh… uhhhhhh… geli pah, papah mijit apa mau buwat aku nafsu sih, hihhhhh… geli…., ” ucapku kegelian.

“ Udah diem sih, yang pentingkan enak Mah, hhe.., ” ucapnya.

Dia terus menerus memijat pada bagian itu, suamiku yang saat itu memakai celana kolor terasa sekali penisnya mengganjal dipantatku. Kayaknya udah sangek deh suamiku, hha. Dia terus memijat pantaktku dengan gemasnya. Handbody lotion membuat pijatanya pada pantatku terasa nyaman dan geli. Ditempel-tempelkan penisnya pada pantatku semabri memijat.

Setelah memijat pantatku, tiba-tiba saja dia berhenti memijatku lalu duduk dikasur,

“ Hlo pah kog berhenti, lagi enak-enaknya tauk…., ” ucapku sembari tengkurap dan memejamkan mata.

“ Iya bentar mah, papah istrirah 10 detik aj, ” ucapnya.

“ Iya deh Pah, aku sambil merem hloh ini pah, ” ucapku.

“ Iya aku tau kog, yaudah merem aja dulu, ” ucapnya singkat.

Setelah beberapa detik istirahat diapun kembali naik kepaha bawah pantatku lagi. Namun ketika dia duduk di pahaku aku merasakan ada yang beda. Sembari masih memejamkan mata aku rasakan ada kulit dan seperti rambut yang menempel dipahaku. Selain itu ketika dia mulai mejiat lagiserasa ada benda tumpul yang meyodok-nyodok pantatku,

“ Enak nggak mah pijitanya, ” ucap suamiku.

“ Iya Pah enak banget, tapi kog ada yang beda yah, kayak ada rambut dan benda tumpul yang menyentuh pantat mamah, ” ucapku belum sadar juga kalau suamiku ternyata suah telanjang bulat.

“ Hahahaha… Coba deh mamah buka mata mamah dan tengok ke Papah, ” ucapnya sembari tertawa.

Saat itu akupun segera menengok kearah suamiku,

“ Hahahaha…. Tuhkan bener, papah tuh pasti sangek kalau lihat mamah, pantes aja kayak ada yang nyodok-nyodok, nggak taunya papah udah telanjang, udah gitu penisnya udahtegang lagi, hha.., ” ucapku.

“ Hahhaa…, yaudah pejamkan lagi matanya biar papah pijat lagi, tapi diganjal bantal yah mah bawah memek mamah, ” ucapnya.

Tanpa banyak biacara lagi akupun segera menganjalkan bantal dibawah vaginaku, aku tahu maksudnya diapasti akan menusuk vaginaku dari belakang. Karena diganjal bantal jadi aat itu, posisi pantatku agak menungging sehingga secara otomatis vaginaku-pun terlihat dari belakang. MEmang benar dugaanku, suamiku malam itupun segera mengarahkan penisnya ke vaginaku,

“ Pijatnya udah ya Mah, sekarang giliran penis aku yang mendapat terapi jepit dari memek mamah, hahha…, ”

“ Hahaha… Dasar suamiku ini nafsunya gede…, ” ucapku.

Sebelum dimasukan penisnya kedalam vaginaku, sebelumnya dia memberi ludah pada vagina dan penisnya sebagai pelumas. Penisnya mulai ditempelkan pada liang vaginaku, lalu dia gesek-gesekan pada bibir vaginaku,

“ Sssssshhhh… Pah…. Euhhhhhhhhhhhhh…. Ssssshhh.., ” desahku merasa geli bercampur nikmat.

Saat itu rasa pusing dan tubuhku yang lemas tiba-tiba saja hilang begitu saja. Gairah sexsku mulai muncul karena gesekan penis suamiku. Dia gesek-gesekan dari belakang dengan lembutnya,

“ Ouuuuuhhhh… Sssssssssssshhhhh… Ayo pah masukin, memek amamh udah basah tuh.. Ahhhh.., ” ucapku sduah tak sabar.

Tanpa menjawab tiba-tiba saja,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb… Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh… Pahh, Ouhhhhhhhh…, ” desahku seiring penisnya menusuk vaginaku dari belakang.

Dinding rahimku saat itu seras dipenuhi oleh penis suamiku yang memnag besar, panjang dan menekuk keatas seperti pisang. Dengan posisi sex dan bentuk penisnya yang seperti itu tentunya kettika masuk dalam vagiaku G-spotku langsung tersentuh oleh penis suamiku, luar biasa sekali rasanya,

“ Ahhhhhhhhhhh…. Enak pah, ayo maju mundurin pah, Ahhhh…, ” pintaku penuh gairah.

“ Iya Mah, Papah juga enak, memek mamah semakin hari semakin sempit aj, Ouhhhh…, ” ucap suamiku meujiku.

Ya jelas saja memekku semakin sempit dan wangi, akukan rajin perawatan kesalon. Seminggu sekali aku melakukan spa vagina, dan senam kegel setiap harinya, hha. Walaupun vagina aku sudah mengeluarkan anak satu namun vaginaku nggak kalah sama abg. Penis suamki terasa sudah tegang sekali didalam vaginaku, segeralah dia memaju mundurkan penisnya,

“ Ohhhh… Sssshhh… Ahhhhhhhhh…,” desah suami sembari menyodok vaginaku dari belakang.

Pantaku yang sedikit menungging memudahkan suamiku menusuk vaginaku dengan leluasanya. Suamiku terus menggenjot vagina maju mundur dengan antusianya. Untuk menambah nikmat permainan sexs kami, aku melakukan gerakan jepit-lepas, jepit-lepas pada vaginaku. Nampaknya senam kegel saat berhubungan sex, semakin menambah gairah kami berdua.

Suamiku terus menerus menusuk memekku dengan penuh gairah. Desahan dan basahnya alat kelamin kami menambah suasana semakin hot saja. Pantat dan perut suamiku sering beradu begitu pula vaginaku dan penisnya yang saling merasakan kenikmatan. G-spot ku selalu tersentuh oleh penis suamiku yang menekuk keatas itu,

“ Pah…. Mamah basah ph, Ouhhhh… Terus pah sodok memek mamah, Ahhhh, ” desahku mesra.

“ Iya Mah, Shhhhh… papah semakin nafsu kalau memek mamah semakin becek… Euhhhh.., ” ucapnya.

Sembari menyodok memekku suamiku juga meremas remas pantatku, dia nampak bernafsu sekali saat itu. Dia membelai, meremas, bahkan dia juga sesekali menepuk pantatku dengan gemasnya. Suamiku memang benar-benar penuh fantasi sex, dia kreati dalam berhubungan sex. Dengan perkasanya dia terus menyodok vaginaku.

Tidak terasa hubungan sex kami sudah berlangsung setengah jam, badanku yang memang kurang fit membuat aku lemas karena sudah beberapa kali Orgasme. Sebenarnya walaupin badan aku fit, tetep aja aku lemas terkapar ketika berhubungan sex dengan suamiku, hha,

“ Pah… Ouhhhh… Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… Ouhhhh… lemes pah… Euhhhh…, ” ucapku terkapas lemas.

“ Tahan dulu ya Mah, bentar lagi papah keluar… Sekarang pantat dan paha mamah rapeti yah biar semakin ngejepit penis papah, ” pinta suamiku.

Aku lanngusng merapatkan paha dan pantatku seketika itu juga. Bahkan aku juga mengencangkan otot vaginaku sekuat mungkin,

“ Sssssssssssshhhh… Iya mah kayak gitu, jepit terus mas biar papah cepet keluar… Ahhhh..,” ucap suamiku nampak nikmat.

“ Iya Pah… Ouhhhh… Mamah keluar lagi Pah… Ahhhhhhhhh, ”

Teriakku mendapatkan orgasmeku lagi. Tubuuhku mengejang dan otot vaginaku semakin aku kencangkan,

“ Uhhhh… Iya Mah… Ouhhhh.. Papah mau keluar Mah… Sssssshhhh…, ”

Dia percepat gerakan mesumnya, setelah penisnya keluar masuk kurang lebih 11 kal dia,

“ Ouhhhhhhhhhhhhhhhh…. Cruttttttttttttt…Crutttttttttttttttt…Crutttttttttt…Crutttttttttttttt…,Crutt.., ”

“ Ahhhhhhhhhhhhhhhhh… Sssssssssshhh… hangatnya…… Euhhhhhhhhh…., ” ucapku puas measakan semburan sperma suamiku mebasahi rahimku.

Akhirnya suamiku orgasme juga, spermanya menyemprotsampai 5 kali, mnatap nggak tuh, normalnyakan kalau cowok 3 kali ngecrotnya. Sungguh luar biasa sekali suamiku dalam berhubungan sex. Air maninya tertumpah semua didalam vaginaku,

“ Ahhhhhh… mamah luar biasa, memek mamah nggak kalah sama anak gadis.. ahhhh, ” ucanya puas dengan penisnya masih tertanam didalam vaginaku.

“ Hehehe… Sekali aja ya pah ML-nya. Mamah bener-bener lemas dientot sama papah, ” ucapku dengan tengkurap lemas.

“ Iya Mah, lagian mamah juga nggak fitkan badanya, hhe…, yadah yuk kita bersihin terus kit bobok imut, ” ucap suamiku sembari mencabut penisnya dari liang senggamaku.

Malam itu kamipun segera memebersihkan alat kelamin kami dengan tissue basah. Selesai itu kamipun segera tidur dengan telanjang bulat. Bath cover yang tebal menyelimuti tubuh kami yang tidak terbungkus sehelai benangpun. Sensasi sex yang luar biasa malam itu. Setelah dikerok,dipijat, terus dientot deh, hha… Complete massage. Selesai.


Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya guest, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny guest.

Cerita Dewasa Dikerok, Dipijat, Terus Dientot Deh Cerita Dewasa Dikerok, Dipijat, Terus Dientot Deh Reviewed by Loly Poly on 2:04 PM Rating: 5

No comments