Cerita Dewasa Menjadi Mamah Tiri Temanku

Birahi TKI, Seorang gadis yang masih perawan terpaksa harus melayani nafsu bejat Papah sahabatnya, karena paksaan itu pada akhirnya gadis itu menjadi mamah tiri sahabatnya sendiri. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Namaku Sarah aku berusia 21 tahun, aku sudah masuk diperguruan tinggi tahun ini aku masuk disalah satu perguruan tinggi. Setelah lulus SMA akupun bekerja sebagai SPG yang hanya dibayar 200/jam, itupun kalau hanya ada event saja. Aku terlahir dari keluarga yang pas-pas an, orangtuaku hanya buruh.


Cerita Dewasa Menjadi Mamah Tiri Temanku

Akibat pergaulanku gaya hidupku-pun harus mengikuti gengsi, dengan harus selalau menggunakan barang bermerek (branded). Dari hal itu aku-pun menjadi tergiur menekuni aku pekerjaan sebagai SPG. Setelah beberapa bulan aku menjadi SPG aku mempunyai cukup tabungan, aku yang ingin sekali meneruskan pendidikanku-pun memutuskan untuk kuliah.

Aku memutuskan untuk kuliah dan bekerja dengan biayaku sendiri. Pada waktu masuk kuliah hari pertama banyak sekali teman-teman yang bergaya lebih keren dari aku. Melihat hal itu akupun merasa sangat minder dengan penampilanku. Setelah masuk ruangan aku duduk disebelah gadis cantik dia pendiam kemudian aku berkenalan dengannya,

“ Hey Mbak, boleh kenalan nggak ?,” sapaku.

“ Oh iya Mbak boleh kog, namaku Sintia, mbak sendiri siapa, ? ucapnya memperkenalkna namanya.

“ Oh iya namaku Sarah Mbak, salam kenal yah Sin,” ucapku.

Kayaknya aku sama Sintia cocok sekali deh. Sintia ini orangnya sangat baik, ramah dan tidak sombong. Setelah beberapa saat berbincang aku mengetahui dari ceritanya bahwa dia adalah adalah seorang anak pengusaha yang kaya raya. Berbeda sekali denganku, aku hanyalah anak seorang buruh.

Aku dan Sintia akhrinya berteman baik, kami sering keluar bareng setelah pulang kuliah. Semenjak saat itu aku sering nebeng neganya. Ya lumayan sih aku bisa naik naik mobil, biasanya kesana kemari aku naik motor. Dia baik banget deh sama aku kadang kalau aku gak punya uang makan dia yang bayarin. Apapun yang dia pakai semua branded, bagus-bagus dan pastinya mahal.

Pernah aku dibelikan tas bagus banget harganya sekitar 800 ribu, dia baik banget sama aku. Tetapi dia gak tau kalau aku mempunyai pekerjaan sampingan yaitu SPG. Sesekali hari libur ada event aku bekerja demi uang saku kuliahku. Siapa lagi yang mau kasih uang kalau aku tidak bekerja sendiri. Aku selalu berusaha nutup-nutupin pekerjaanku.

Aku takut Sintia tau pekerjaanku dan jika dia tahu pasti dia nggak mau berteman lagi dengan aku. Singkat aja yach ceritanya. Suatu hari aku diajak pergi ke Mall untuk bertemu papahnya. Ya aku sih mau-mau aja ya, Sintia dan papahnya ketemu di sebuah cafe yang ada di Mall itu. Satu jam lebih aku da Sintia menunggu sambil kita nggosip gitu. Tak lama kemudian papahnya datang,

“ Hay pah, ” ucapnya sambil cium tangan dan pipi.

Saat itu aku hanya benggong dan melihat papahnya, wuuuiiih… ganteng banget papahnya Sintia. Ganteng putih berwibawa pengusaha sukses coba dia jadi papahku pasti semua yang aku inginkan terkabul. Kemudian akupun bejabat tangan dengan papahnya Sintia sebut saja Om Bram,

“ Siang om, saya Sarah temanya Sintia, ” ucapku dengan suara lembut dan manja menyapanya.

“ Oh iya Dek, saya Bram papahnya Sintia, ” ucapnya.

Saat itu ketika berjabat tangan dia memandangku dengan wajah mesum, saat itu akupun tersipu malu seperti ada, rasanya seperti ada kemistri gitu aku dengan Om Bram hhe. Selama berbincang-bincang aku hanya diem saja semabri memandangi Om Bram itu. Aku berimajinasi seandainya itu papahku. Hmmmm yasudahlah itu hanya halusinasiku saja.

Saat itu om bram mengajak aku dan sintia kesebuah coffe shop di Mall itu. setelah memesan minuman kami-pun banyak berbincang. Ternyata setelah kami berbincang, aku mengetahui dari cerita Om bram kalau orangtua Sintia sudah bercerai lama. Alasannya apa aku tidak begitu paham. Setelah beberapa saat kami mengobrol akhrinya Om bram berpamitan.

Papah Sintia harus cepat-cepat pulang karena ada meeting. Singkat cerita keesokan harinya ada jam kuliah pagi aku harus buru-buru ke kampus. Sesampainya dikampus ternyaata dosennya gak bisa ngisi, uuuhhh menyebalkan. Akhirnya aku dan Sintia ngopi bareng di cafe kampus. Tak lama kemudian Sintia-pun curhat tentang keluarganya.

Dia bilang kalau ternyata dia anak tunggal yang broken home. Orang tuanya bercerai sejak 3 tahun yang lalu, karena papah Sintia sering selingkuh dan banyak wanita lain dikehidupannya. Akhirnya kedua orangtua Sintia memutuskan untuk bercerai dan Sintia ikut mamahnya.

Walaupun orangtua mereka sudah bercerai, sesekali dia kerumah papahnya untuk bemalam. Saat itu-pun kmai curhat cukup lama, ketika sedang curhat tiba-tiba dia berkata,

“ Eh Sarah gimana kalau kapan-kapan kamu nginep dirumah papah aku, nggak jauh kok dari kampus ini. Papahku cuma tinggal sendiri kog dirumah, palingan yang nemenin satpam dan pembantunya aja, ” ucapnya menawarkanku.

Saat itu itu aku menyetuijui permintaan Sintia, yah gimana lagi mau nolak juga nggak enak, soalnya dia baik banget sama aku,

“ Boleh aja Sin, emangnya kapan Sin, jangan malam minggu yah soalnya aku ada acara pas libur aja gimana Sin ? oh ya oke deh Sarah., ” kataku.

Pada waktu itu tepat hari Kamis sore suasana mendung seperti mau hujan, aku udah janjian sama Sintia buat nemenin dia bermalam dirumah papahnya. Aku bawa tas kecil untuk bawa baju ganti dan perlengkapan lainya. Klakson mobilpun berbunyi aku keluar dari rumah dan berpamitan dengan ibuku.

Kira-kira jam perjalanan sudah sampai kerumah papahnya Sintia. Waooooow rumahnya gede banget seperti istana aku masih terheran-heran melihat rumah papahnya. Sesampainya disana aku langsung masuk dan dipersilahkan naruh tas di kamar.

“ Sin kok aku tidur sendirian sih? sama kamu ajalah aku, kan gak enak kalau tidur sendirian, ”, ucapku.

“ Udahlah… nggak papa kok tenang aja disini aman kok Sarah anggep aja seperti rumah sendiri, ” ucapnya.

Saat itu aku juga akhirnya aku menurut, yaudah sih itung-itung aku tidur di hotel berbintang 5. Hehehehe. Sekitar pukul 8 malam papahnya Sintia pulang, kemduian masuk kamar mungkin mandi kali ya. Tak lama kemudian papahnya keluar untuk makan malam. Ternyata kamarku itu sampingan sama kamar papahnya Sintia.

Kebetulan saat itu pas aku keluar dari kamar papahnya lewat didepanku, ketika itu aku megenakan celana hotpant dan kaos ketat. Aku lihat dia terus memandangiku, kayaknya gimana gitu, aku jadi risih,

“ Maaf om, saya mau turun kebawah sudah ditunggu Sintia, ” ucapku.

Terlihat tatapan papahnya Sintia kok aneh ya aku jadi ngeri deh. Kemudian kita makan malam bareng bertiga sambil ngobrol-ngobrol. Nggak terasa sudah jam 10 malam Sintia udah ngantuk dia pamit mau ke kamar. Aku pun mengikutinya, kita masuk ke kamar masing-masing. Masuk kamar rebahan enak banget hidup disini berasa putri raja.

Tempat tidurnya kamar mandinya bagus banget. Aku bergegas masuk ke kamar mandi, cuci muka ganti baju siap untuk mimpi panjang. Aku ganti pake lingerie yang emang tipis banget sih keliatan seksi. Saat itu bercermin sambil membersihkan muka aku. Tepat pukul 12 malam pintu kamarku benbunyi, aku pun bergegas membuka pintu.

Setelah aku buka pintu ternayata papahnya Sintia,

“ Eh om Bram, ada yang bisa sarah bantu, Oh iya sebentar Om Sarah ganti baju dulu, ” ucapku.

Saat itu aku mencoba untuk menutup pintu, namun tanpa menjawab om Bram masuk begitu saja dikamarku dan menutup intu lalu mengunci pintu kamarku,

“ Ceklek…”

“ Hlo om kog pintunya dikunci, om mau ngapain ?, ” tanyaku dengan jantung berdetak kencang.

“ udah kamu santai aja, Om cuma mau masuk kamar kamu aja kog, Om kan baik, Om nanti bakal kasih apa yang kamu minta kog, ” ucapnya sembari memandangi tubuhku.

Sejenak aku diam, dalam hatiku berfikiran pasti aku akan diapa-apain sama Om Bram nih, soalnua diakan ini mata keranjang. Saat itu Om Bram memandangku dengan penuh gairah sex, saat itu aku merasa risih sekali karena aku dipandanginya seperti itu. Apalagi malam itu aku memakai lingerie yang tipis, pasti om Bram berfikiran yang enggak-enggak nih.

Dengan lingerie yang tipis memang saat itu payudaraku dan pantatku yang montok dan semok membuat aku telihta hot. Om Bram terus memandangiku terus dan terus bakan tanpa berkedip. Om Bram yang nampaknya sudah bernafsu sekali, dia-pun semakin mendekatiku. Sebenarnya saat itu aku takut, dan aku semakin gak tau apa maksudnya.

Tiba-tiba saja Om Bram meenggerayangi pahaku, saat itu bingung sekali harus bagaimana, lalu,

“ Om jangan om tolong om jangan, ” ucapku menolak.

Tanpa basa-basi om Bram terus saja memegang pahaku yang putih mulus dan sembari mencoba menciumku. Karena om Bram ini ganteng sekali pada akhirnya aku nggak bisa nolak deh, ternyata nikmat banget rangsangan yang dia berikan. Saat itu mulailah dia menciumiku bibirku, aku yang terbawa suasana mesum akhirnya pasrah.

Kami-pun akhirnya saling berpangutan dengan penuh nafsu sex, merasa tidak puas dengan bibirku, dia menciumi telinga semakin kebawah hingga berakir pada leherku sembari tanganya terus meremas payudaraku yang memang montok dan kennyal. Pada waktu itu kebetulan sekali aku tidak memakai Bra.

Saat itu Om Bram terus meraba payudaraku dan aku hanya bisa menikmati tiap sentuhan yang dilakukan om Bram. Sunguh nikmat sekali rangsangan yang diberikan Om bram, didalam pikiranku melayang serasa aku nyaman sekali dengan om Bram. Hal ini adalah pengalaman pertamaku dengan seorang lelaki.

Dengan gaya sexs-nya yang sudah berpengalaman hal itu membuatku semakin terangsang,

“ Ohhhh… Sssshhh… ternyata nikmat sekali Om... Ouhhh…, ” desah nafsuku.

Tanpa berkata-kata Om Bram memainkan tangan dan bibirnya untuk memuaskan nafsunya. Ciumannya dan belaiannya sungguh nikmat, aku sangat tmenikmatinya. Tidak terasa ternyata bibir vaginaku sudah basah dengan lendir kawinku, Ouhhh nimatnya. Bibir yang tadinya menciumi leherku, mulai turun dan terus menciumiku kebawah hingga berakhor pada ciuman di payudaraku,

“ Eughhhh… Om… Ouhhhh…, ” desahku lagi.

Rasanya ternyata nikmat sekali, lebih nikmat dari yang aku bayangkan. Bibirnya terus menciumi payudaraku semabri tangannya memainkan puting payudaraku. Ouhhh geli-geli nikmat. Aku merasa lemas tak berdaya aku hanya bisa pasrah dan menikmati saja. Om Bram terus meremas payudaraku sembari menciuminya .

Tidak terasa saat itu om Bram sudah berada diatasku. Setelah itu dia mencoba membuka lingerie-ku, setelah terbuka dia mulai membuka celana dalamku. Saat itu aku terus menikmati setiap perbuatan mesumnya kepadaku. Setalah lingerie dan celana dalamku terklepas, dengan pelan-pelan dia mulai menggesek-gesekkan penisnya ke vaginaku.

Sungguh luar biasa sekali rasanya, tubuhku bergetar dan bulu kudukku berdiri semua. Aku semakin tidak kuat menahan hasrat sex-ku,

“ Om, Ouhhhh… Sssssssshhh… Ahhhhh… geli Om, Sarah udah nggak kuat om, Ahhh…” desahku mulai tidak terkendali.

Tanpa berkata sepatah kata-pun Om Bram memainkan penisnya pada bibir vaginaku. Aku mendesah dengan desahan manja. Tubuhku yang putih bersih mulus, dengan payudara montok dan vagina yang menyembul tanpa bulu kewanitaan sedikitpun terlihat jelas dimata Om bram. Melihat itu sepertinya om Bram sudah tidak bisa menahan nafsu sex-nya lagi.

Dengan cepatnya Om Bram segera melepas kaos, celana kolor dan celan dalamnyanya, jadi saat itu sudah telanjang bulat sama sepertiku. Nafsu yang sudah tidak bisa dibendungnya lagi, dengan cepatnya dia mulai menggesek-gesekan penisnya pada vaginaku. Secara terus menerus terus om Bram memanjakanku dengan gesekan-gesekan sex yang membakar nafsu,

“ Om… Uhhhh… Sssssshhh… Ahhhh…, ” hanya desahan-desahan yang bisa aku lakukan.

Aku yang terbakar oleh birahiku, kemudian aku memeluk tubuh om Bram, ternyata setelah aku peluk dia semakin bergairah. Dia semakin gila saja menggesek vaginaku, bahkan dia juga menghisap puttingku dengan mulutnya,

“ Sssssshhh… Oh Om… ya terus seperti itu om… Ahhh…, ” desahku dpenuh birahi sex.

Beberapa menit menggesek-gesekan penisnya pada vaginaku, mulailah om Bram mengarahkanbibirnya pada vaginaku, Om bram dengan lembut dan kasih sayang secara rterus menerus memanjakan aku, dia menjilati vaginaku perlahan,

“ Uhhh… Sssssshhh… terus om lagi om… Ouhhh…, ” desahku.

Dengan sentuhan lidah dan bibir om Bram yang dia terus menciumi vagina-ku yang gembul besih tanpa bulu kewanitaan dan masih perawan,

“ Benar-benar menggemaskan memek kamu sarah, Om nafsu sekali melihatnya…, ” ucapnya memujiku lalu mulai menjilatiku lagi.

Om Bram semakin bergairah untuk menikmati kemolekan tubuhku, begitu pula aku saat itu juga semakin bergairah dengan perlakuanya. Sekitar 15 menit Om bram menjilati dan menghisap kewanitaanku nampanya aku akan mendapatkan orgasmeku, selang beberapa detik,

“ Ohhhhhhhhhhh…. Sssssshhh… aku keluar Om Ssssssshhh…. Ahhhhh…., ” teriakku merasakan orgasmeku.

Setelah Om Bram memuaskanku dia berkata,

“ Sayang sekarang kita ngentot yah, Om ingin sekali merasakan nikmatnya memek perawan, jika kamu meurut, om akan memberikan semua yang kamu inginkan, ” ucapnya sembari mengocok-ngocok penisnya didepan vaginaku.

Aku yang sudah terlanjur bernafsu aku mengiyakan saja ajakan ML-nya itu, aku sudah tidak perduli dengan keperawananku lagi karena sudah terbakar nafsu sex,

“ Iya Om, malam mini aku milikmu om, ” ucapku dengan penuh birahi sex.

Tanpa membuang waktu Om Bram-pun segera membenamkan penisnya pada vaginaku. Beberapa kali om Bram mencoba menembus keperawananku aku lihat dia kesussahan, bahkan penisnya yang sudah ereksi maksimal kuat membengkok ketika dia mencoba menusukan pada Vaginaku,
“ Aoww… Ompelan-ppelan Om, sakit sekali, Uhhhh…, ” ucapku kesakitan.

“ Sabar dulu ya sayang, nanti juga enak kog kalu kontol om sudah masuk semuanya dalam vaginamu, sabar yah, ” ucapnya
menenangkanmu.

Setelah itu Om bram-pun segera menciumi leherku dengan penuh nafsu semabri terus mencoba membenamkan penisnya pada vaginaku. Aku yang dimanjakan dengan ciuman dan jilatan pada leherku semakin beernafsu saja, birahiku memunjcak hingga l;upa akan kesakitanku. Ketika aku mendesah nikmat tiba-tiba saja,

“ Blesssssssssssssssss…., ”

“ Aow….. sakitttttttttttt… sakit Om… Huhhhhhh…., ” teriaku kesakitan.

Ternyata penis om bram yang besar panjang dank eras itu telah menembus vaginaku. Sungguh sekali rasanya saat itu, rasanya vaginaku seperti disobek dengan sebilah pisau tajam,

“ Sakit yah sayang, tahan dulu yah, ” ucapnya menenangkanku.

Nampaknya om Bram sudah tidak sabar untuk segera meyodok penisku dengan penisnya. Tanpa memberikan aku kesempatan bernafas, diapun segera menggenjot vaginaku dengan liarnya,

“ Ouhhh… Aow… Ssssshhhh… Sakit Om, Ughhh… pelan-pelan Om… Ahhhh…, ” ucapnya.

Melihat aku yang kesakitan dia semakin bernafsu saja, dia semakin gila menyalurkan hasrat sex-nya yang liar itu. Digenjotnya vaginaku dengan penuh nafsu sex. Beberapa menit Om bram menyiksa memek-ku yang masih sempit aku mulai merasakn kenikmatan,

“ Ssssshhh… sakitnya udah ilang Om, terus genjjot memek aku om … ssssssssshhh… Ahhhh.., ” ucapku.

“ Iya sayang, Om bakal bikin kamu puas dan ketagihan, ” jawabnya sembari terus menggenjot vaginaku.

Secara cepat dan konstan Om bram menggenjot vaginaku, aku sudah lupa dengan rasa sakit yang menyiksa vaginaku tadi. Kini yang kurasakn hanyalah kenikmatan sex yang rasanya sungguh luar biasa enaknya. Tubuhku menggeliat kekanan kekiri semabri terus mendesah liar. 10 menit berlalu, Om bram masih terlihat perkasa sekali mengenjot vagina-ku.

Vaginaku semakin basah saja dengan lendir kawinku, kurasakan suara lendir kawinku yang keluar dari vaginaku. Tidak lama setelah itu tiba-tiba saja Om bram menyodok vaginaku semakin cepat saja. Sekitar 10 kali tusukan dilontarkan pada vaginaku, Om bram menghentikan goyanganya lalu menamkan dalam-dalam penisnya pada vaginaku,

“ Ouhhhhhhhhhh… Crutttttttttttt…. Crutttttttttttt…. Crutttttttttttt…. Crutttttttttttt…., ”

Kurasakan sebuah cairan seakan menyembur didalam vaginaku,

“ Sarah… Aku keluar…. Ahhhhhhhhh…., ” ucapnya dengan mengejangkan tubuhnya.

“ Iya Om aku tahu… Sssssssshhh… hangat om … Ouhhhh…, ” ucapku nikmat merasakan sperma Om bram mengaliri vaginaku.

Disemburkanlah semua spermanya didalam rahimku, kami saat itu menikmati orgasme kami bersamaan. Tanganku memeluk erat tubuh Om bram, dan Om bram menciumi bibirku sembari merasakan klimaksnya. Beberapa saat kami menikmati sisa-sisa orgasme kami. Puas merasakan Orgameku tiba-tiba aku tersadar,

“ Om tadi keluarin sperma Om didalam memek aku yah, Aduhhh gimana nih om kalau aku hamil, ” ucapku takut.

“ Kamu tenang aja Sarah, Om bakalan tanggung jawab kog sama kamu, Om suka sekali dengan kamu sarah, ” ucapnya.

Mendengar iru-pun aku merasa lega, Malam itu-pun kami melakukan hubungan sex lagi sebanyak 4 kali. Sungguh luar biasa keperkasaan Om bram ketika berhubungan sex. Malam itu hilanglah sudah keperewananku. Sejak kejadian malam itu-pun Om bram sering menemuiku diam-diam tanpa sepengetahuan Sintia.

Setelah beberapa bulan kami menjalani hubungan asmara yang diepnuhi hubungan sex, ternyata aku hamil. Om Bram tidak mengingkari janjinya, pada akhirnya aku-pun menjadi istri Om bram, dan yang lucunya aku menjadi Ibu tiri dari teman dekatku sendiri. Semenjak itu aku-pun menjadi seorang istri dari pengusaha kaya, Hahha, hidup ini memang penuh lucu dan penuh misteri. Selesai.

Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya sayang, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny sayang.
Hanya Di :
Cerita Dewasa Menjadi Mamah Tiri Temanku Cerita Dewasa Menjadi Mamah Tiri Temanku Reviewed by Loly Poly on 12:46 PM Rating: 5

No comments